Puncak HUT ke-21 SMAN 7 Denpasar (Sisma) dirayakan di GOR Lilabhuana, Kamis (1/9) malam kemarin. Acara berlangsung meriah ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kasek Drs. Ida Bagus Suyasaputra diserahkan kepada Ketua Komite Ida Cokorda Gede Pemecutan XI dan Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar IGN Eddy Mulya.
Pagi harinya dilakukan apel HUT diisi dengan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba. Serangkaian HUT, Ketua Panita Dra. A.A. Raka menjelaskan diadakan Olimpade Sains antarsiswa SMP se-Bali. Termasuk lomba intern seperti gebuk bantal, futsal, budaya dan kebersihan kelas.
Suyasaputra juga melantik pengurus OSIS 2011/2012 yang dikomandani oleh Putu Armadhiyasa. Dia menggantikan Gusti Bagus Angga Pratama. Pelantikan pengurus OSIS ditandai dengan penyerahan panji OSIS.
Ida Bagus Suyasaputra mengungkapkan, pada usia ke-21, SMAN 7 Denpasar harus tampil lebih matang sesuai visinya unggul dalam mutu akademis, pelayanan prima berwawasan meta kecerdasan.
Ia mengatakan kesuksesan SMAN 7 Denpasar dimulai dengan enam pilar. Pertama, peserta didik yang berkualitas dengan peningkatan disiplin, plus PBM berkualitas. Kedua, guru yang berkualitas. Ini terbukti dengan peningkatan mutu guru melalui kuliah mandiri S-2 yang kian meningkat.
Saat ini guru yang sudah S-2 ada 15 orang, yang sedang menyelesaikan studi S-2 mencapai puluhan orang. Pada 2012/2013 ditargetkan 20 persen gurunya sudah S-2 sambil menyongsong penilaian kinerja guru.
Ketiga, didukung sarana dan prasarana. Dimulai dengan pemugaran pura, pemasangan LCD di semua kelas dan ruangan, lab dan web PSB. Termasuk penataan taman, UKS dan penyiapan perangkat mengajar. Inilah yang menyebabkan status SMAN 7 kini menjadi Sekolah Model SKM PBKL PSB (Pusat Sumber Belajar) berbasis IT dengan sistem e-learning.
Keempat, Ida Bagus Suyasaputra tak mengabaikan SDM administrasi di mana Sisma sudah memiliki PAS (Program Administrasi Sekolah). Kelima, menciptakan suasana belajar yang tenang dan kondusif diawali dengan belajar pukul 06.50 wita.
Suyasaputra sengaja membuat jam belajar lebih awal yakni 06.50 agar anak-anak belajar sehat, menghindari kemacetan, membiasakan bangun pagi dan disiplin sejak awal. Bahkan, Wakasek Kurikulum Drs. I Ketut Mudhita, M.Pd. mengatakan SMAN 7 Denpasar memulai PBM paling pagi di Indonesia.
Ia juga tak lupa menerapkan rasa aman di mana satpam dilengkapi teknologi komunikasi tercanggih. Terakhir, Suyasaputra ingin membawa program sekolah sesuai tuntunan era global. Buktinya, tahun 2007 SMAN 7 dari tak punya apa-apa, menjadi PBKL (2009) dan kini menjadi SKM PBKL PSB terlengkap di Indonesia. Prestasi ini diakui Direktorat Pembina SMA Kemendiknas.
Di acara itu, Ketua Komite Cokorda Gede Pemecutan menekankan pentingnya peran guru dan penanaman rasa nasionalisme bagi siswa.
Sementara Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar IGN Eddy Mulya mengajak warga Sisma menjaga harmonisasi internal dan menjadi model pendidikan karakter. (025)